oleh

BI Sebut Inflasi Ramadan dan Jelang Lebaran Cuma Musiman

Loading...

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menilai potensi lonjakan inflasi pada Mei 2019 tak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Pasalnya, kenaikan inflasi Ramadan dan jelang Lebaran memang terjadi setiap tahun.

“Inflasi Ramadan dan Lebaran itu musiman,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Onny menyadari inflasi bulanan April 2019 cukup tinggi di angka 0,44 persen. Angka itu lebih tinggi jika dibandingkan inflasi April 2018 yang hanya 0,1 persen.

Namun secara kumulatif, inflasi sejak awal tahun baru 0,8 persen. Secara tahunan juga masih 2,83 persen.

Loading...

Terlebih, harga sejumlah bahan pangan pada bulan ini masih berpeluang menurun, salah satunya beras. Deflasi tersebut akan menahan tekanan inflasi bulan ini.

Maka itu, Onny masih optimistis target inflasi BI sebesar 3,5 plus minus 1 persen akan tercapai.

“Inflasi setelah lebaran pasti akan berangsur-angsur menurun,” ujarnya.

Untuk mengendalikan inflasi pada Ramadan dan Lebaran, BI akan berkoordinasi dengan pemerintah melalui wadah Tim Pengendalian Inflasi (TPI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tim ini akan berupaya memantau pergerakan harga pangan bergejolak (volatile food).

“Contohnya, beras, harganya kan bagus. Untuk bawang merah, bawang putih, dan daging ini yang masih perlu dipantau supaya harganya tidak terlalu melonjak,” ujarnya.

Koordinasi dengan pemerintah juga akan dilakukan untuk inflasi yang berasal dari harga yang diatur pemerintah (administered price), BI akan mencermati pergerakan tarif angkutan, terutama tarif pesawat.

[CNN Indonesia]

Loading...

Be Smart, Read More