oleh

Baku Tembak, BNN Gerebek Jaringan Narkoba Asal Malaysia di Medan

Loading...

Menitone.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/3) sekira pukul 10.00 WIB. BNN masih menyelidiki jaringan bandar narkoba tersebut.

“Sekarang sedang ditangani. Nanti kita kembangkan. Kita bilang setelah hasil pengembangan,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso usai acara ulang tahun keluarga besar putra-putri Polri di gedung Bhayangkari, Jakarta Selatan, Rabu (1/3).

Budi mengatakan, petugas BNN hingga kini masih menyelidiki jaringan bandar narkoba tersebut. Menurut dia, penggerebekan itu hasil penyelidikan selama dua bulan.

“Nanti hasilnya ya. Hasilnya dari hasil pengembangan. Di Indonesia ada 72 jaringan internasional yang beroperasi. Jadi mereka jaringan yang mana, kita belum tahu,” ujan dia.

Loading...

Dalam penangkapan ini, terjadi baku tembak antara bandar sabu dan petugas BNN di jalan raya yang tengah macet di seputaran Jalan Medan-Binjai KM 10,3 Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Menurut penuturan warga, awalnya komplotan bandar sabu datang beriringan dari kawasan Binjai dengan menggunakan mobil Xenia hitam BK 1856 KV dan mobil Honda CR-V BK 1189 OG.

Begitu masuk ke perbatasan Kota Medan, petugas BNN yang mengikuti berusaha menghentikan. “Sempat kejar-kejaran tadi. Pas di dekat kantor BPBD ini, barulah tembak-tembakan,” ungkap Syahrul (28), seorang warga.

Mobil Xenia yang dikendarai bandar sabu bagian belakangnya pecah. Sementara di bagian depannya, terdapat tiga lubang peluru. “Mobil CR-V nya itu bagian depannya aja yang kena tembak. Ada dua lubang,” terang warga.

Di lokasi kejadian, belum diketahui secara pasti apakah ada bandar sabu yang tewas atau tidak. Menurut penuturan warga, ada satu orang yang dikabarkan meninggal dunia.

Informasi dihimpun, jaringan narkoba tersebut merupakan Malaysia-Aceh. Puluhan kilogram sabu dan pil penenang disita petugas BNN dalam penggerebekan itu.

[mdk/tpc]

Loading...

Komentar

Be Smart, Read More