Istana Negara Minta SBY Tak Mengarahkan Semua pada Presiden Jokowi

Loading...

Menitone.com – Istana meminta kepada Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak terus menerus mengaitkan segala perkara kepada Presiden Joko Widodo.

Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno atas tudingan SBY mengenai motif politik di belakang pemberian grasi Antasari Azhar.

“Ratusan grasi diberikan Presiden. Jadi jangan dihubung-hubungkan terus dengan Istana,” kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (15/2).

Pratikno mengingatkan, hal ini bukan kali pertama isu-isu tertentu dikaikan dengan Jokowi. Nama Presiden sebelumnya juga disebut, salah satunya ketika kuasa hukum Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan mempertanyakan komunikasi SBY dengan Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin.

Loading...

SBY merasa disadap. Ia meminta Jokowi menjelaskan alasan penyadapan terhadap dirinya, padahal mantan Presiden yang sesungguhnya memiliki tingkat keamanan ekstra. Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab Presiden, Badan Intelijen Negara, dan Polri.

Jokowi lagi-lagi disebut ketika rumah SBY digeruduk sejumlah mahasiswa beberapa waktu lalu. Melalui Twitter, @SBYudhoyono mencuit dan mempertanyakan haknya sebagai warga negara untuk tinggal di Indonesia kepada Presiden dan Kapolri.

Perkara terbaru adalah ketika Antasari menyatakan SBY tahu persis kriminalisasi dan rekayasa kasus pembunuhan yang membuatnya mendekam di penjara selama delapan tahun.

Ketua Umum Partai Demokrat itu lantas menggelar konferensi pers dan menyebut tuduhan Antasari menjadi bukti motif politik di balik pemberian grasi oleh Jokowi.

SBY yakin mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi tidak akan menuduhnya apabila tak mendapat restu kekuasaan. Namun Pratikno sekali lagi meminta kepada siapa pun untuk tak selalu mengaitkan isu atau tudingan kepada Presiden.

“Hal-hal lain intinya kita kembalikan lah ke proporsinya. Jangan semua diarahkan ke Istana,” ucapnya.

[cnn/cnn]

Loading...

Comment