Sopir Nissan dan Innova Terlibat Senggolan di Tol Kemayoran, Ini Duduk Perkaranya

Sopir Nissan Livina dan Innova terlibat senggolan di Tol Kemayoran, Jakarta Utara; insiden viral dan penyelesaian ganti rugi Rp 2 juta.

Avatar photo
Sopir Nissan dan Innova Terlibat Senggolan di Tol Kemayoran
Loading...

Sebuah insiden saling senggol terjadi di ruas Tol Kemayoran, Jakarta Utara, yang melibatkan mobil Nissan Grand Livina berkelir hitam dan Toyota Innova berwarna silver.

Kejadian ini menjadi sorotan setelah sebuah video aksi kejar-kejaran kedua kendaraan viral di media sosial. Polisi pun mengungkap kronologi hingga alasan di balik senggolan tersebut.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan bahwa mobil Grand Livina dikendarai oleh seorang pria bernama Mishael Widjaja.

Mishael menceritakan, saat itu dirinya baru selesai beribadah di wilayah BSD Serpong, Tangerang Selatan, dan tengah melintas di Tol Wiyoto Wiyono pada Jumat, 3 April 2026.

Loading...

“Tepat sebelum pintu keluar Pluit, sekitar pukul 14.30 WIB, Saudara Mishael Widjaja ingin berpindah dari lajur 1 ke lajur 2. Posisi lajur 2 saat itu berada di antara dua kendaraan, yakni Toyota Innova warna silver di depan dan Innova warna abu-abu di belakangnya,” jelas Ojo kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Saat Mishael hendak berpindah jalur, Innova di belakang membunyikan klakson panjang, sehingga Mishael memilih untuk tidak jadi pindah.

Di saat yang sama, Innova di depan berwarna silver secara terus-menerus memepet mobil Mishael, tanpa memberi tanda untuk menepi. Tekanan ini membuat Mishael merasa terancam sehingga menancapkan gas untuk menjaga jarak aman.

“Meski mobil Mishael mencoba menjaga jarak, kendaraan Innova B-1856-URB tetap memepet. Situasi ini membuat sopir Grand Livina ketakutan,” ungkap Ojo.

Mendekati pintu keluar Tol Kemayoran, mobil Mishael akhirnya diberhentikan secara paksa oleh pengemudi Innova silver. Seorang pria dari Innova kemudian turun dan berusaha mengambil kunci mobil Mishael sambil mengeluarkan kata-kata kotor.

Tidak lama kemudian, dua orang lainnya dari kendaraan Innova abu-abu datang; satu pria hanya mengamati, sementara seorang wanita mencoba melerai konflik.

Menurut keterangan Ojo, pengemudi Toyota Innova silver menuntut ganti rugi atas lecet kendaraan sebesar Rp 2 juta. Mishael sempat menawar Rp 1 juta, namun tawaran tersebut ditolak.

Akhirnya, Mishael mentransfer Rp 2 juta ke rekening atas nama Stephen sebagai penyelesaian sebelum melanjutkan perjalanan.

Video viral yang beredar di media sosial menunjukkan dua kendaraan ini saling kejar dan menyalip di jalan tol. Nissan Livina beberapa kali berusaha menyalip, namun dihalangi oleh Innova silver.

Keduanya berhenti di tengah jalan, dan pengendara Innova sempat turun serta mencoba mencabut kunci mobil Livina. Insiden ini menyebabkan kemacetan bagi pengendara lain yang melintas.

Polisi menegaskan telah melakukan penyelidikan terkait viralnya video tersebut. AKBP Ojo menyatakan pihaknya menelusuri identitas pemilik kendaraan berdasarkan nomor pelat.

Untuk kendaraan B-1856-URB, tercatat dimiliki oleh Koeniwati Soetirna, namun sejak Oktober 2025 mobil tersebut telah dijual dan pemilik saat ini tidak diketahui.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi para sopir di jalan tol, terutama terkait keselamatan dan etika berkendara.

Saling menyalip dan memepet kendaraan lain dapat memicu ketegangan hingga potensi konflik fisik. Menurut polisi, penting bagi sopir untuk selalu menjaga jarak aman, memberi sinyal saat berpindah jalur, serta menahan diri saat terjadi ketegangan di jalan.

Selain itu, kasus ini juga menekankan pentingnya kesadaran sopir mengenai dokumen kepemilikan kendaraan. Ketidakjelasan pemilik mobil Innova silver sempat menimbulkan kebingungan dalam proses penyelidikan.

AKBP Ojo menyebutkan bahwa informasi kepemilikan yang akurat mempermudah penyelesaian insiden dan menghindari konflik berkepanjangan.

Dalam insiden ini, keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lain menjadi sorotan utama. Aksi saling menyalip dan mengejar di tol berpotensi menyebabkan kecelakaan serius. Polisi pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan memprioritaskan keselamatan di atas emosi saat berkendara.

Dengan viralnya video insiden ini, banyak pengendara mulai membagikan pengalaman serupa di media sosial, menyoroti perlunya edukasi etika berkendara di jalan tol. Kasus ini menjadi contoh nyata bahwa ketegangan kecil di jalan dapat berujung pada risiko fisik dan finansial.

Kejadian di Tol Kemayoran ini mengingatkan para sopir untuk lebih berhati-hati, menghormati hak pengendara lain, dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Polisi berjanji akan terus menindaklanjuti kasus serupa agar kejadian seperti ini tidak terulang dan menjaga ketertiban di jalan tol ibu kota.

Loading...

Comment

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan