Kabar gembira datang bagi sepak bola Tanah Air. Empat bintang naturalisasi Timnas Indonesia akhirnya bisa bernapas lega setelah terbebas dari jeratan polemik paspoortgate yang sempat menghantui karier mereka di kompetisi Liga Belanda.
Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On resmi menyusul Dean James serta Tim Geypens yang lebih dulu mendapat kepastian status. Media Belanda Dagblad de Limburger melalui portal Fortuna-Online mengonfirmasi bahwa Hubner bersama rekannya di Fortuna Sittard telah menuntaskan seluruh persoalan administratif terkait kewarganegaraan mereka.
Kembali ke Lapangan Hijau
Konsekuensi hukum dari kasus paspor tersebut kini hanya berdampak pada satu pertandingan saja. Artinya, Justin Hubner berpeluang besar memperkuat Fortuna Sittard saat menjamu NAC Breda pada pekan ke-30 Eredivisie musim 2025/2026 di Stadion Fortuna Sittard, Minggu (12/04/26).
Di sisi lain, Willem II melalui akun resmi platform X mereka mengumumkan kabar serupa untuk Nathan Tjoe-A-On. Bek berusia 24 tahun itu telah resmi memperoleh izin kerja yang dipersyaratkan dan langsung bergabung kembali dengan skuad Kruidvatiers.
“Nathan Tjoe-A-On kembali ke Willem II. Pemain bertahan tersebut telah memperoleh izin kerja yang diperlukan dan langsung kembali bergabung dengan skuad,” demikian pernyataan resmi klub yang dirilis Kamis (09/04/26).
Tjoe-A-On diproyeksikan tampil saat Willem II menjamu Almere City pada lanjutan pekan ke-36 Eerste Divisie 2025/2026 di markas mereka di Tilburg.
Jejak Kontroversi Paspoortgate
Kasus yang mencuat sebutan “paspoortgate” ini bermula dari aksi protes yang dilayangkan NAC Breda usai ditumbangkan telak 0-6 oleh Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. Klub asal Bravia itu mempertanyakan legitimasi Dean James sebagai pemain non-Uni Eropa dalam susunan tim lawan.
Fakta dasarnya memang cukup kompleks. Keempat pesepak bola naturalisasi tersebut sebelumnya memiliki status warga negara Belanda. Namun setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia melalui proses naturalisasi, mereka diwajibkan melepas paspor Belanda sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kondisi ini otomatis mengubah status mereka dari pemain Uni Eropa menjadi pemain non-EU. Regulasi Liga Belanda mensyaratkan pemain non-EU harus memenuhi kriteria ketat, termasuk kepemilikan izin tinggal dan standar gaji minimum sekitar 608 ribu euro atau setara Rp12,1 miliar per musim.
Dampak bagi Sepakola Nasional
Penyelesaian kasus ini tentu menjadi angin segar bagi timnas Indonesia yang tengah mempersiapkan diri menghadapi berbagai turnamen internasional. Ketersediaan keempat pemain naturalisasi di klub masing-masing akan menjamin menit bermain dan kondisi fisik prima mereka.
Proses naturalisasi pemain memang kerap menuai pro dan kontra di Tanah Air. Namun demikian, kontribusi para pemain keturunan ini dinilai signifikan dalam meningkatkan kualitas skuad Garuda di kancah sepak bola Asia Tenggara maupun level yang lebih tinggi.
Dengan tuntasnya urusan administratif di Negeri Kincir Angin, fokus keempat pemain kini bisa tertuju sepenuhnya pada performa di lapangan hijau. Bagi Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On, momen comeback ini menjadi kesempatan emas untuk membuktikan kualitas sekaligus memperkuat posisi mereka menjelang panggilan timnas berikutnya.
Pengamat sepak bola nasional menilai penyelesaian cepat kasus ini menunjukkan profesionalisme manajemen klub dan federasi dalam menangani isu krusial terkait status pemain. Semoga ke depannya tidak lagi ada hambatan serupa yang dapat mengganggu karier pesepak bola Indonesia yang berkarier di luar negeri.






