Menitone.com – Pengadaan Tenaga Pengamanan di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau mendapat sorotan dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau.
Tak tanggung-tanggung diminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut pengadaan tenaga pengamanan itu. Apalagi, diduga ada indikasi korupsi di dalamnya.
FITRA Riau pun menganggap pengadaan 136 tenaga security atau Satpam yang dipekerjakan di sekretariat dewan, dinilai terlalu berlebihan. Mengingat luas gedung dewan saat ini, cukup dijaga oleh 60 orang Satpam.
Penegasan itu disampaikan Usman, Koordinator FITRA Riau seperti diberitakan riauterkini, Kamis (2/3/17). “60 orang ini misalnya digaji dengan gaji supermewah sebagai seorang petugas keamanan, misalnya 5 juta ya,” kata dia.
Menurutnya, denegan gaji sebesar itu selama satu tahun cuma Rp3 miliar. Ini merupakan hitungan kasar pihaknya, anggaplah ditambah untuk pengamanan rumah pimpinan dewan dan Sekwan, berapa jumlahnya tidak sampai 136.
“Hitungan di atas itu kalau gaji mereka segitu, tapi kan pastinya tidak segitu. Paling mereka digaji sesuai UMR kan. Ini jelas ada dugaan potensi korupsi,” kata Usman, saat dikonfirmasi wartawan di Pekanbaru.
Dijelaskannya, jika rasionya satu orang Satpam mengamankan gedung dewan seluas 5000 meter persegi, maka hanya dibutuhkan 20 orang saja dikalikan tiga sift. Maka, dalam satu hari, hanya dibutuhkan 60 orang petugas.
“Gedung DPRD ini luasnya berapa sih. Itung-itungan mereka berapa, kok bisa sampai 136 orang yang dipasang. Saya curiga jumlahnya tidak sampai segitu,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, anggaran tenaga pengamanan gedung dewan paling besar dari anggaran yang dialokasikan pemerintah Provinsi Riau. Total anggaran pengamanan yang dianggarkan tahun 2017 sebesar Rp14,9 miliar.
“Jadi ini kita simpulkan, proyek semacam ini cuma akal-akalan saja. Mereka mau cari keuntungan. Makanya kita berharap penegak hukum untuk masuk menyelidiki ini,” jelasnya.
Seperti yang diketahui, anggaran untuk jasa pengamanan gedung dewan mencapai Rp5,6 miliar dari Rp6,1 miliar dalam Pagu lelang yang dianggarkan dalam APBD Riau. PT. Karya Satria Abadi (KSA) selaku perusahaan yang memenangkan lelang pengamanan tersebut.
Selain untuk upah, anggaran sebesar ini ternyata juga digunakan untuk pengadaan pakaian safari, pakaian dinas lapangan, pakaian dinas harian, sepatu dan perlengkapan security. Total security yang bertugas di DPRD Riau, mencapai 136 orang.
[rtc/rtc]






