Terkait Lafaz Allah, Pengelola Tempat Ibadah Budha Minta Maaf di Bengkalis

Loading...

Menitone.com – Menyadari kesalahan memasang atribut atau simbol Islam dengan lafaz Allah di dinding tempat ibadat atau tempat pemujaan di Jalan Lebai Wahid (Kucing Gila), Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu. Pengelola tempat tersebut Surya alias Acai meminta maaf kepada ummat Muslim.

Melalui mediasi yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, permintaan maaf Surya alias Acai secara terbuka dilakukan di Aula Kantor Kepala Desa Bantan Tua, Jalan Lebai Wahid, Selasa (10/1/17).

Dihadiri, perwakilan Kecamatan Bantan, aparat Desa Bantan Tua, para tokoh masyarakat, Kesbangpol, aparat kepolisian. Selain menyampaikan maaf secara terbuka, Surya wajib menandatangani penyataan di atas materai untuk tidak mengulangi perbuatan memasang atribut agama secara sembarangan.

Ketua MUI Kabupaten Bengkalis Amrizal mengatakan, bahwa dirinya bersama MUI Kabupaten Bengkalis mengajak pengelola menyampaikan permohonan maaf atas inisiatif pribadi beliau (Surya,red), agar hendaklah dapat memakluminya dan memaafkannya.

Loading...

“Sebagai umat Islam tentunya perasaan terganggu dan merasa tidak nyaman, tapi bukan berarti menyikapi persoalan ini secara berlebih-lebihan. Ummat Islam menyebar kedamaian dan rahmat yang tidak hanya kepada sesama muslim,” ungkap Amrizal.

Amrizal juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan saudara Surya, dikarena ketidaktahuan karena kepercayaannya. Berikut pernyataan yang disampaikan Surya alias Acai terkait pemasangan Lafaz Allah di tempat ibadah yang dikelolanya.

“Sehubungan dengan perbuatan saya yakni memasang kalimat Allah dan tasbih di tempat ibadat saya yang berlokasi di Jalan Lebai Wahid (Kucing Gila) Kecamatan Bantan. Yang dengan perbuatan saya tersebut membuat sebagian besar umat Islam merasa terganggu dan tidak nyaman karenanya. Maka saya menyadari bahwa saya telah melakukan kesalahan. Untuk itu saya menyatakan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh umat Islam atas perbuatan saya tersebut. Dan saya berjanji dengan sepenuh hati bahwa saya tidak akan lagi mengulangi perbuatan saya. Setelah pembacaan permohonan maaf tersebut selesai, Acai bersalaman dan menyerahkan surat pernyataan permohonan maafnya dengan seluruh peserta yang hadir.(rtc)

Loading...
Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan