ICW Menilai Sumbangan Dana Kampanye Pilkada DKI Tak Transparan

Loading...

Menitone.com – Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menyebut, sumbangan dana kampanye pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tak transparan.

Donal menemukan ketimpangan dana masuk dengan biaya pengeluaran kampanye para calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

“Aktivitas kampanye yang mereka lakukan dengan sumbangan dana yang masuk tidak ada titik keseimbangan,” ujar Donal di kantor ICW, Jakarta, Jumat (13/1).

Dari laporan sumbangan dana kampanye ke Komisi Pemilihan Umum DKI Desember 2016, tim Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat sumbangan terkecil yakni Rp9,147 miliar.

Loading...

Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding sumbangan dana kampanye pada pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat sebesar Rp48 miliar dan sumbangan pada pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno senilai Rp35,6 miliar.

Angka itu kini bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penyumbang dana. Menurut Donal, laporan dana sumbangan dari tiga pasangan calon masih jauh dari target kebutuhan kampanye.

Dari data Kementerian Dalam Negeri, calon gubernur dan wakil gubernur di setiap daerah rata-rata menghabiskan dana hingga Rp100 miliar untuk kampanye. Sementara calon bupati atau wali kota berkisar antara Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.

Donal melihat sumbangan dana kampanye pada pasangan calon ini cenderung tak transparan. Padahal para pasangan calon telah banyak mengeluarkan biaya untuk melakukan aktivitas kampanye yang meliputi biaya transportasi, logistik, dan produk kampanye lainnya.

“Bahkan ada juga kandidat yang dikawal pakai helikopter saat kampanye,” katanya.

Namun Donal enggan menyebutkan siapa kandidat yang dimaksud. Ia meminta tiap pasangan calon lebih transparan dan disiplin melaporkan setiap sumbangan dana kampanye. Apalagi pilkada DKI menjadi model transparansi dana kampanye di daerah lain.

Pasangan calon Basuki-Djarot pada 8 Januari lalu telah menghentikan pengumpulan sumbangan dana kampanye. Tim pasangan nomor urut dua itu mengaku memperoleh sumbangan dana kampanye sebesar Rp60 miliar yang diperoleh dari sumbangan perseorangan dan badan usaha.

Sementara itu pasangan calon Anies-Sandi pada Kamis (12/1) kemarin baru saja merilis hasil sumbangan dana kampanye selama Oktober hingga Desember 2016. Anies-Sandi telah mengumpulkan Rp47,6 miliar dengan pengeluaran sebesar Rp42 miliar.

Sumber: CNN Indonesia

Loading...

Comment