“Namun, di saat yang sama juga terpotret bahwa konflik sosial dengan akar agama harus tetap terus diwaspadai, terus diantisipasi. Hal ini lah yang harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Kepala Negara.
Presiden juga berpesan agar masyarakat tidak menghabiskan energi untuk mempertajam perbedaan. Terutama perbedaan yang terkait dengan pilihan dalam pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur, maupun pemilihan presiden.
“Nah ini urusan perbedaan, sekarang di Jawa Tengah ada pilgub dan ada pilihan bupati, wali kota ada tujuh. Nanti 2019 ada pilpres, sampaikan kepada masyarakat bahwa pilihan berbeda dalam demokrasi itu biasa. Pilih pemimpin yang paling baik. Setelah coblos rukun kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air, bersama-sama membangun negara ini,” kata Presiden.
NKRI Tidak Dapat Dipisahkan
Ketika memberikan kuis berhadiah sepeda, salah satu pertanyaan Presiden adalah untuk menyebutkan 17 ribu pulau yang dimiliki Indonesia. Seorang ibu bernama Mujiarti, penyuluh non-PNS Kota Surakarta, mendapatkan kesempatan untuk menjawabnya.
“Indonesia. Karena saya tidak bisa menyebutkan 17 ribu, Pak. Semua pulau itu tergabung menjadi satu, namanya Negara Kepulauan Republik Indonesia. Tidak bisa dipisah-pisahkan, Pak,” jawab Mujiarti.
Mendengar jawaban tersebut, Presiden mengapresiasinya dan mengatakan bahwa jawaban tersebut merupakan jawaban yang pintar. Namun demikian, Presiden tetap meminta Mujiarti menyebutkan tujuh nama pulau.
“Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Pulau Bali, Pulau Madura,” ujar Mujiarti yang diiringi tepuk tangan seluruh hadirin.
Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin, dan Plt. Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko. Juga tampak hadir, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.






