Serial aksi Netflix terbaru ‘Sakamoto Days’ kini menjadi tontonan wajib bagi penggemar aksi, terutama bagi mereka yang menantikan kelanjutan saga John Wick. Serial ini berhasil mencuri perhatian lewat dunia yang dibangun dengan detail dan adegan aksi yang memukau, menjadikannya salah satu serial paling menarik dari Netflix meski masih dianggap underrated, seperti dikutip dari movieweb.com.
Popularitas ‘Sakamoto Days’ berakar dari manga karya Yuto Suzuki yang menceritakan kisah Taro Sakamoto, seorang mantan pembunuh bayaran yang memasuki usia senja. Ia berharap hidup tenang bersama keluarganya, namun terpaksa kembali ke dunia gelap para pembunuh bayaran. Anime ini diproduksi oleh TMS Entertainment dan musim pertamanya debut pada 2025.
Alur Taro Sakamoto—dari pembunuh paling ditakuti menjadi ayah dan suami yang ingin pensiun—memiliki kemiripan yang kuat dengan premis John Wick. Taro dan istrinya membuka toko kelontong, tetapi hidup tenangnya terusik oleh serangan dari pembunuh bayaran global. Anehnya, ia harus menahan diri untuk tidak membalas secara fatal karena ancaman perceraian dari sang istri.
Inspirasi ‘Sakamoto Days’ jelas dipengaruhi oleh film aksi legendaris seperti John Wick, dengan tambahan nuansa dari trilogi The Equalizer yang dibintangi Denzel Washington. Netflix telah menghadirkan sejumlah film aksi besar, tetapi serial ini menonjol dengan intensitas adegan yang tinggi, terutama di pembukaan yang memperlihatkan masa lalu Taro.
Di sisi lain, spin-off dari waralaba John Wick, ‘From the World of John Wick: Ballerina’, justru meraih sukses besar di platform streaming meski performanya di bioskop kurang memuaskan. Film ini tayang di bioskop pada Juni 2025 dan hadir di HBO Max pada 2026, langsung menempati puncak tangga streaming, menurut aol.com.
Berfokus pada karakter Eve, seorang pembunuh bayaran yang dilatih oleh Ruska Roma, film ini menyoroti perjalanan balas dendamnya terhadap kultus yang membunuh ayahnya. Meskipun premisnya sederhana, ‘Ballerina’ menyajikan adegan aksi berkualitas tinggi, termasuk pertarungan epik dengan penggunaan penyembur api.
Performa Ana de Armas sebagai pemeran utama menuai pujian, membuktikan kemampuannya memimpin film aksi, serupa dengan Keanu Reeves di seri utama John Wick. Film ini mendapat skor kritikus 75% dan skor penonton 92% di Rotten Tomatoes, bahkan melampaui beberapa entri utama John Wick, kecuali John Wick: Chapter 4.
Secara finansial, ‘Ballerina’ meraih sekitar 140 juta dolar AS secara global dengan anggaran 90 juta dolar AS, jauh di bawah pendapatan John Wick: Chapter 4 yang mendekati 450 juta dolar AS. Meski begitu, kesuksesan di streaming membuka peluang untuk pengembangan karakter Eve, baik dalam serial TV maupun penampilan di film John Wick berikutnya.
Meskipun performa bioskop ‘Ballerina’ kurang menggembirakan, ulasan positif dari kritikus dan penggemar serta dominasinya di layanan streaming menunjukkan antusiasme tinggi terhadap waralaba ini. Produser Erica Lee dan sutradara Len Wiseman pun telah mengungkapkan ketertarikan untuk sekuel, meski kemungkinan tidak dalam format layar lebar.







Comment