Dunia otomotif tengah diramaikan oleh kabar mengejutkan mengenai Nissan GT-R R36, generasi penerus mobil sport legendaris asal Jepang.
Setelah R35 resmi pensiun pada Agustus 2025 setelah hampir 18 tahun beredar tanpa perubahan total, kini para penggemar kecepatan kembali menaruh harapan besar.
Kehadiran GT-R R36 menjadi sorotan karena diyakini akan membawa inovasi signifikan sekaligus mempertahankan warisan performa mobil sport Jepang.
Menurut laporan Creative Trend, Minggu (5/4/2026), Nissan secara resmi menegaskan bahwa pengembangan awal untuk GT-R R36 sedang berlangsung.
Informasi ini diperkuat media internasional yang mengutip pernyataan Ponz Pandikuthira, Chief Planning Officer Nissan Amerika Utara, terkait langkah perusahaan dalam menyambut era baru supercar ini.
“Detail lebih lengkap mengenai Nissan GT-R R36 dijadwalkan akan diumumkan pada 2028, dengan rencana peluncuran unit fisik ke publik pada 2030,” tulis Creative Trend.
Pernyataan ini menjadi tanda bahwa Nissan serius menjaga eksistensi GT-R di pasar global.
Salah satu aspek yang paling menarik perhatian adalah sektor mesin. Sebelumnya, publik berspekulasi bahwa Nissan GT-R R36 akan menjadi kendaraan listrik penuh (EV), mengikuti konsep “Nissan Hyper Force” yang diperkenalkan pada 2023 dengan teknologi baterai solid-state.
Namun, kabar terbaru mengungkapkan kemungkinan besar Nissan tetap mempertahankan mesin pembakaran dalam (ICE) untuk mempertahankan karakter khas GT-R.
Mesin legendaris VR38DETT dengan konfigurasi 3.8L V6 Twin-Turbo diperkirakan akan kembali digunakan. Namun, demi memenuhi regulasi emisi dan kebisingan yang semakin ketat, Nissan berencana menambahkan sistem hybrid.
Teknologi ini diharapkan mampu menekan emisi sambil memberikan dorongan tenaga instan melalui motor listrik dan paket baterai.
Keputusan mengintegrasikan sistem hybrid dianggap langkah strategis yang masuk akal. Mengingat para pesaing di kelas supercar seperti Ferrari, Lamborghini, dan McLaren telah mulai beralih ke elektrifikasi, Nissan GT-R R36 diharapkan bisa membangkitkan kembali semangat pasar mobil sport Jepang.
Selain itu, hybrid dianggap lebih menarik bagi purist dibandingkan kendaraan listrik murni yang kerap mengalami kendala bobot berlebih.
Dari sisi performa, GT-R R36 diprediksi akan menetapkan standar baru. Peningkatan sistem penggerak semua roda (AWD), teknologi torque vectoring generasi terbaru, serta layar interior canggih hasil kolaborasi dengan pengembang gim Gran Turismo menjadi fitur unggulan.
Beberapa sumber menyebut bahwa Nissan kemungkinan besar akan menggunakan sistem mild hybrid daripada e-POWER, agar performa maksimal tetap terjaga di lintasan balap.







Comment