Drop Sabu ke Medan, Warga Aceh Tewas Ditembak Petugas.

Loading...

MEDAN, Menitone.com – Aiyub (54), warga Jalan Kampung Sago, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya ditembak polisi dalam sebuah penyergapan narkoba di kanal Patumbak, Deliserdang, Sabtu (12/8) malam. Sabu-sabu dua kilogram yang disita menguatkan kecurigaan polisi kalau pelaku merupakan pengendali narkoba yang kerap bertransaksi di hotel dan apartemen di Medan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho menjelaskan tersangka terpaksa ditembak karena mencoba kabur dan menyerang petugas di kanal Patumbak menggunakan pisau. Saat itu tersangka diminta menunjukkan keberadaan dua temannya, R dan TN yang diduga akan melakukan transaksi narkoba dalam jumlah besar.
“Pisau itu didapat di TKP. Kemudian pelaku kabur, sehingga dilakukan tindakan tegas,” kata Sandi di RS Bhayangkara, Medan, Minggu (13/8).
Tembakan itu menyebabkan tersangka kehilangan banyak darah dan tak lama kemudian meninggal. Hingga Minggu (13/8) sore, jasad Aiyub masih di RS Bhayangkara, Medan.

Dijelaskan Sandi, Aiyub ditangkap dari rumah kosnya di Jalan Beo, Perumnas Mandala, Deliserdang, Sabtu (12/8) pukul 17.40 WIB. Sabu-sabu sebanyak dua kilogram berhasil disita sebagai barang bukti.

Meski tergolong besar, jumlah itu ternyata jauh di bawah perkiraan polisi. Sebab informasinya, sindikat yang dipimpin Aiyub akan bertransaksi narkoba dalam jumlah yang lebih besar. “Diduga barang lain ada di tangan temannya, inisial R dan TN,” ungkap Sandi.

Tersangka kemudian menyebut kedua temannya itu berada di apartemen di Jalan Palang Merah, Medan. Polisi pun langsung meluncur ke sana. Namun petugas kalah cepat, karena kamar yang dihuni keduanya sudah kosong.
Dalam penelusuran diperoleh informasi kalau keduanya sedang berada di kanal Patumbak.
Pengejaran terhadap keduanya terus dilakukan dengan melibatkan tersangka sebagai penunjuk arah.

Loading...

“Belum sempat keberadaan keduanya diketahui, tersangka menyerang petugas yang berujung pada penembakan,” lanjut Sandi.
Sandi meyakini para tersangka memiliki jaringan di Malaysia. Barang yang didatangkan dari negeri jiran itu dipasarkan tersangka di Medan melalui pertemuan di hotel dan apartemen.
Dia pun menegaskan, R dan TN yang juga penduduk Aceh akan terus dikejar. Sebab besar kemungkinan keduanya menyimpan narkoba dalam jumlah besar. Selain itu, keterangan keduanya bisa dijadikan petunjuk baru untuk mengungkap sindikat ini. (acehtribun)

Loading...
Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan