Kegagalan Timnas Italia melaju ke Piala Dunia 2026 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut membuat nama Antonio Conte kembali mengemuka sebagai kandidat kuat pelatih berikutnya.
Kabar ini muncul setelah Italia gagal melaju ke putaran final yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Padahal, Piala Dunia kali ini akan menghadirkan 48 tim nasional, lebih banyak dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
Antonio Conte, yang saat ini menangani Napoli, menyatakan dirinya siap jika Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memanggil.
Pernyataan ini membuat spekulasi tentang kepulangan sang pelatih ke bangku Timnas semakin kencang.
“Kalau saya Presiden FIGC, saya akan mempertimbangkan diri saya sendiri,” ujar Conte seusai Napoli mengalahkan AC Milan 1-0 di Stadion Diego Armando Maradona, sebagaimana dikutip dari Football Italia.
Mantan pelatih Timnas Italia periode 2014–2016 itu merasa tersanjung dengan rumor kepelatihan tersebut.
Ia menekankan bahwa pengalaman sebelumnya bersama tim nasional memberinya kepercayaan diri untuk kembali memimpin Azzurri.
“Bagaimanapun, saya sudah pernah bekerja dengan tim nasional dan saya mengenal lingkungannya. Saya merasa tersanjung, karena mewakili negara Anda adalah sesuatu yang luar biasa,” kata Conte.
Dukungan terhadap Antonio Conte juga datang dari pelatih kawakan Fabio Capello. Menurut Capello, Conte adalah pilihan tepat untuk menggantikan Gennaro Gattuso.
“Conte adalah kandidat yang bagus. Saya tidak tahu apakah proses seleksi sudah ditutup, tapi Allegri sudah mundur dan bagi saya, Mancini tidak layak. Conte sudah menawarkan diri, menurut saya itu ide yang bagus,” ujar Capello kepada Adkronos.
Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina di babak play-off menjadi pukulan telak. Ini menandai absennya Italia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah 2018 dan 2022.
Insiden ini mengingatkan publik pada momen emosional saat Gattuso meminta maaf kepada rakyat Italia dengan mata berkaca-kaca sebelum kontrak kerjanya diputus secara damai.
Meski masih terikat kontrak dengan Napoli hingga musim depan, Presiden klub Aurelio De Laurentiis memberikan lampu hijau jika Antonio Conte memutuskan untuk menerima tawaran melatih tim nasional.
“Jika Antonio meminta kepada saya, saya rasa saya akan mengatakan ya,” kata De Laurentiis kepada wartawan di Los Angeles.
Ia menambahkan bahwa Conte adalah sosok cerdas yang tidak akan memimpin sesuatu yang tidak terorganisir, menegaskan dukungan manajemen Napoli terhadap keputusan pelatihnya demi kepentingan negara.
FIGC sendiri belum akan menunjuk pengganti Gennaro Gattuso hingga akhir Juni 2026, menunggu pemilihan presiden federasi baru pada 22 Juni. Sementara itu, Italia akan memainkan dua laga persahabatan di bulan Juni dengan pelatih sementara.
Selain Antonio Conte, beberapa nama pelatih papan atas juga dikaitkan dengan kursi kepelatihan Timnas Italia, termasuk Massimiliano Allegri dari AC Milan dan Roberto Mancini, mantan pelatih tim nasional.
Namun, pengalaman Conte bersama Azzurri dari 2014 hingga 2016, di mana ia memimpin Italia dalam 25 pertandingan dengan 14 kemenangan dan menembus perempat final Euro 2016, membuatnya menjadi kandidat paling realistis bagi FIGC. Tidak hanya itu, Conte juga pernah menjadi bagian dari Timnas Italia di Piala Dunia 1994 sebagai pemain.
Apabila Conte benar-benar kembali, Napoli disebut sudah menyiapkan langkah antisipasi. Thiago Motta, yang kini menganggur setelah menangani Juventus musim lalu, menjadi kandidat utama pengganti Conte di Naples.
Selain itu, Fabio Grosso dari Sassuolo dan Vincenzo Italiano dari Bologna juga masuk dalam pertimbangan.
Terlepas dari siapa yang akhirnya ditunjuk, Antonio Conte menegaskan bahwa tim nasional memerlukan perubahan serius.
“Kita semua peduli dengan tim nasional dan sesuatu harus dilakukan,” pungkasnya, menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi sepak bola Italia saat ini.
Kembalinya Conte ke Timnas akan menjadi momen penting bagi Italia untuk membangun kembali kekuatan Azzurri, terutama menjelang Piala Dunia 2026 yang akan menjadi ajang paling bergengsi.
Pengalaman, disiplin, dan strategi yang dibawa Conte diharapkan mampu mengembalikan reputasi Italia di panggung sepak bola dunia.
Dengan dukungan dari mantan pelatih dan presiden klub Napoli, peluang Conte memimpin kembali Timnas Italia tampak semakin nyata.







Comment